Berikut adalah contoh konfigurasi default.vcl untuk Varnish yang memenuhi kondisi yang Anda minta:


Penjelasan Konfigurasi:

1. Backend Definitions:
 - Setiap website (emodal, frestive, lmu) memiliki backend sendiri dengan port yang berbeda.

2. Routing berdasarkan URL:
 - Varnish akan mengarahkan permintaan ke backend yang sesuai berdasarkan URL yang diminta (/emodal, /frestive, /lmu).

3. Cache Control:
 - emodal: Halaman /emodal/keterangan di-cache selama 1 hari, sementara halaman lainnya tidak di-cache.
 - frestive: Semua halaman di-cache selama 1 hari.
 - lmu: Tidak ada halaman yang di-cache.

4. Best Practices:
 - Static Resources: File statis seperti CSS, JS, gambar, dan font di-cache selama 1 tahun.
 - Grace Period: Jika backend down, Varnish akan menyajikan konten yang sudah di-cache selama 1 jam.
 - Header Cleanup: Beberapa header yang tidak perlu dihapus untuk meningkatkan keamanan dan privasi.

5. Error Handling:
 - Jika URL tidak sesuai dengan yang didefinisikan, Varnish akan mengembalikan respons 404 Not Found.

Catatan:
 - Pastikan port yang digunakan pada backend sesuai dengan konfigurasi server Anda. 
 - Anda dapat menyesuaikan TTL (Time To Live) cache sesuai kebutuhan.
 - Konfigurasi ini menggunakan VCL 4.0, pastikan Varnish Anda mendukung versi ini.